Bahasa Jepang di Kuil Shinto — Tata Cara Berdoa, Omamori & Goshuin

Kuil Shinto (jinja) dan kuil Buddha (otera) adalah tempat budaya yang wajib dikunjungi saat traveling di Jepang. Memahami tata cara berdoa yang benar dan beberapa kalimat praktis bukan hanya membuatmu bisa meminta omamori dan goshuin, tapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya ini. Berikut bahasa Jepang seputar kuil Shinto, mulai dari alur berdoa sampai bertanya dan membeli.

Bertanya & berdoa

Urutan berdoa di kuil Shinto: ① Membungkuk ringan di depan torii ② Membasuh tangan dan berkumur di temizuya ③ Di haiden, masukkan uang persembahan, dan kalau ada lonceng, bunyikan ④ 「二礼二拍手一礼」(membungkuk dua kali → bertepuk dua kali → menangkupkan tangan dan berdoa → membungkuk sekali lagi). Di kuil Buddha (お寺) cukup menangkupkan tangan, tanpa bertepuk. Jumlah uang persembahan bebas; yang umum adalah 5 yen — dalam bahasa Jepang 五円 (go-en) berbunyi sama dengan ご縁, yang berarti jodoh atau ikatan takdir.

Omamori, goshuin & omikuji

Omamori dan goshuin diurus di 「社務所」atau「授与所」(umumnya di samping haiden). Omamori termasuk 「授与品」— pemberian dari kuil, sehingga dalam bahasa Jepang biasa dikatakan 「いただく/受ける」(menerima), bukan membeli. Untuk goshuin, selesaikan dulu doanya baru meminta; biayanya umumnya 300–500 yen.

Ema & permohonan

絵馬 (ema) adalah papan kayu kecil untuk menuliskan permohonan. Setelah ditulis, digantung di tempat yang disediakan yaitu 「絵馬掛け」— cara memanjatkan permohonan yang sangat populer.

Menanyakan informasi

Etiket yang perlu diingat

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah tata cara di kuil Shinto dan kuil Buddha sama?

Tidak sama. Di kuil Shinto (神社 / jinja) berlaku 「二礼二拍手一礼」dan ada tepuk tangan; di kuil Buddha (お寺 / otera) kedua tangan ditangkupkan dan berdoa dalam hening, tanpa bertepuk. Di keduanya, sebaiknya sama-sama membasuh tangan dulu di temizuya.

Apa itu goshuin dan bagaimana cara memintanya?

Goshuin adalah bukti kunjungan doa di kuil Shinto maupun kuil Buddha, ditulis tangan dengan tinta oleh petugas shamusho dan dibubuhi cap merah, umumnya 300–500 yen. Kamu perlu 「御朱印帳」(buku goshuin, bisa dibeli di tempat). Selesaikan dulu doanya, lalu datang ke loket dan katakan「御朱印をいただけますか?」.

Kalau dapat omikuji bertuliskan 凶 (nasib buruk), harus bagaimana?

Tidak perlu terlalu dipikirkan. Menurut kebiasaan, omikuji buruk boleh diikatkan di 「結び所」(tempat khusus mengikat omikuji) di area kuil, sebagai simbol meninggalkan kesialan di sana. Sedangkan omikuji yang baik boleh dibawa pulang.