Cara Memilih Sekolah Bahasa Jepang|Program, Lokasi, Biaya, dan Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mendaftar
5 hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih sekolah bahasa
1. Jenis program
Sekolah bahasa umumnya menawarkan tiga jalur: persiapan melanjutkan studi, persiapan bekerja di Jepang, dan bahasa Jepang umum. Tentukan dulu tujuan Anda, baru pilih program yang sesuai.
2. Lokasi
Tokyo dan Osaka punya fasilitas hidup lengkap tetapi biayanya lebih tinggi; kota seperti Kyoto, Fukuoka, dan Sendai lebih murah dengan ritme hidup yang berbeda. Pilihan kota memengaruhi biaya hidup harian dan peluang mencari kerja.
3. Biaya sekolah dan total anggaran
Biaya tiap sekolah berbeda; bandingkan sekaligus biaya sekolah, bahan ajar, fasilitas, dan pilihan akomodasi. Sebagian sekolah menyediakan asrama, sebagian mengharuskan Anda mencari tempat tinggal sendiri.
4. Dukungan bimbingan melanjutkan studi
Bila target Anda melanjutkan ke universitas di Jepang, memilih sekolah dengan rekam jejak bimbingan yang kuat akan lebih menguntungkan. Anda bisa menanyakan tingkat kelulusan ke jenjang berikutnya dan daftar universitas mitranya.
5. Dukungan visa
Pastikan sekolah berwenang membantu pengajuan visa pelajar (sekolah bahasa yang diakui Kementerian Kehakiman Jepang), dan pahami ketentuan kehadirannya (umumnya kehadiran 80% ke atas untuk mempertahankan status visa).
Program jangka pendek vs jangka panjang
Program jangka pendek (1–6 bulan)
Menggunakan izin tinggal jangka pendek atau masuk tanpa visa — pemegang paspor Taiwan dapat tinggal di Jepang tanpa visa paling lama 90 hari; ketentuan ini terikat pada paspor Taiwan dan tidak berlaku untuk semua kewarganegaraan, jadi pemegang paspor lain perlu memastikannya ke kedutaan besar atau konsulat Jepang di negaranya. Cocok bagi yang ingin merasakan pengalaman belajar di luar negeri, mempercepat peningkatan bahasa Jepang, atau mencoba dulu sebelum memutuskan. Tidak perlu mengurus visa pelajar sehingga prosedur pendaftarannya relatif sederhana.
Program jangka panjang (6 bulan–2 tahun)
Memerlukan pengajuan visa pelajar yang diurus dengan bantuan sekolah. Cocok bagi yang punya target melanjutkan studi atau bekerja dan ingin membaur lebih dalam ke masyarakat Jepang. Untuk jadwalnya, sebaiknya mulai bersiap 6–12 bulan sebelumnya.
Tips praktis
- Mulailah meneliti sekolah 6-12 bulan sebelumnya agar tidak mendaftar mepet tenggat
- Bagi yang ingin pendampingan berkas dalam bahasa Mandarin tradisional: lihat informasi kerja sama ISI Japanese Language School (/study-in-japan/isi) yang menyediakan konsultasi gratis dalam bahasa Mandarin tradisional
- Pilih sekolah yang sudah diakui Kementerian Kehakiman Jepang agar bisa mengajukan visa pelajar
Pertanyaan umum
Apa bedanya sekolah bahasa dan lembaga kursus?
Sekolah bahasa adalah lembaga pendidikan resmi di Jepang yang dapat mengajukan visa pelajar dan memberi bimbingan melanjutkan studi. Lembaga kursus bahasa Jepang di negara asal hanya untuk belajar bahasa jangka pendek dan tidak dapat mendukung visa pelajar. Bila ingin berada di Jepang dalam jangka panjang, Anda harus masuk ke sekolah bahasa di Jepang.
Dokumen apa saja yang perlu disiapkan untuk sekolah bahasa?
Umumnya diperlukan: paspor (masa berlaku lebih dari 1 tahun), ijazah (SMA atau universitas), transkrip nilai, bukti keuangan (surat keterangan saldo bank), dan surat pernyataan penjamin. Persyaratan tiap sekolah sedikit berbeda, jadi pastikan daftar dokumen terbaru ke sekolah tujuan Anda. Untuk pendampingan penyiapan berkas dalam bahasa Mandarin tradisional, tersedia layanan konsultasi gratis melalui kerja sama dengan ISI Japanese Language School; layanan tersebut saat ini hanya ditangani tim berbahasa Mandarin tradisional.
Cakupan dan batasan
- Bagian ini ditulis mengikuti prosedur untuk pemegang paspor Taiwan dan tidak berlaku untuk semua kewarganegaraan. Jika Anda memegang paspor negara lain, pastikan ketentuan visa dan kantor penerimaannya ke kedutaan besar atau konsulat Jepang di negara Anda.
- Konsultasi dan pengurusan berkas ISI melalui NTJ saat ini ditangani oleh tim yang berbahasa Mandarin tradisional. Untuk saat ini kami belum memiliki staf pendamping berbahasa Indonesia.