Proses Pendaftaran Studi di Jepang|Dari Persiapan Bahasa Jepang sampai Sekolah Bahasa dan Rencana Melanjutkan Studi
Jadwal persiapan studi ke luar negeri
Mulai setidaknya 6–12 bulan sebelumnya
Proses pendaftaran sekolah bahasa Jepang (jangka panjang, memerlukan visa pelajar) umumnya memakan waktu 4–6 bulan; ditambah penyiapan berkas dan masa tunggu pemeriksaan, sebaiknya Anda mulai merencanakannya setidaknya 1 tahun sebelumnya.
Jadwal yang disarankan
- 12 bulan sebelumnya: tentukan tujuan studi (melanjutkan kuliah, bekerja, atau mencari pengalaman), lalu teliti sekolahnya
- 9 bulan sebelumnya: hubungi sekolah tujuan, minta berkas pendaftaran, mulai merapikan dokumen
- 6 bulan sebelumnya: kirim pendaftaran, tunggu pemberitahuan penerimaan
- 4 bulan sebelumnya: setelah diterima, sekolah membantu pengajuan visa pelajar dan mengirim berkas ke imigrasi
- 2 bulan sebelumnya: setelah menerima Certificate of Eligibility (在留資格認定証明書), urus visanya — bagi pemohon dari Taiwan melalui Japan-Taiwan Exchange Association; pemegang paspor negara lain mengurusnya di kedutaan besar atau konsulat Jepang di negaranya
- 1 bulan sebelumnya: pastikan tiket pesawat, akomodasi, asuransi, dan hal-hal lain sebelum keberangkatan
Dokumen yang umum diperlukan
Berikut daftar dokumen yang diminta sebagian besar sekolah bahasa (persyaratan tiap sekolah bisa berbeda, jadi pastikan ke sekolahnya):
- Paspor: masa berlakunya umumnya harus lebih dari 1 tahun melampaui masa studi
- Ijazah: ijazah kelulusan jenjang pendidikan tertinggi, biasanya perlu dilampiri terjemahan bahasa Jepang atau Inggris
- Transkrip nilai: transkrip SMA atau universitas
- Bukti keuangan: surat keterangan saldo bank (jumlahnya harus memenuhi ketentuan sekolah, umumnya cukup untuk biaya 1 tahun)
- Dokumen penjamin: surat pernyataan penjamin dan bukti keuangan penjamin
- Bukti kemampuan bahasa Jepang (bila ada): hasil ujian JLPT
Catatan penting: uraian di atas bersifat umum; persyaratan sebenarnya mengikuti masing-masing sekolah. Sebelum mendaftar, pastikan langsung kebutuhan terbarunya ke sekolah tujuan.
Tips praktis
- Pastikan lebih awal tenggat pendaftaran sekolah; sekolah bahasa Jepang umumnya punya waktu masuk yang tetap (April, Juli, Oktober, Januari)
- Bagi yang ingin dukungan konsultasi dalam bahasa Mandarin tradisional, konsultasi gratis dapat dipesan melalui halaman kerja sama ISI di situs ini
- Lebih aman membeli tiket pesawat setelah visa pelajar Anda terbit
Pertanyaan umum
Bagaimana cara mengurus visa pelajar?
Untuk pelajar Taiwan, visa pelajar Jepang diurus dengan cara mengajukan Certificate of Eligibility (在留資格認定証明書) melalui sekolah bahasa tempat Anda diterima, lalu membawa sertifikat itu ke Japan-Taiwan Exchange Association untuk pengurusan visanya. Alur rincinya mengikuti pengumuman terbaru Japan-Taiwan Exchange Association karena ketentuannya bisa diperbarui. Ketentuan ini ditulis untuk pemohon dari Taiwan dan tidak berlaku untuk semua kewarganegaraan: pemegang paspor negara lain perlu memastikan kantor penerimaan dan prosedurnya ke kedutaan besar atau konsulat Jepang di negaranya.
Bisakah mendaftar sekolah bahasa sendiri? Perlukah memakai agen?
Anda bisa mendaftar langsung sendiri; banyak sekolah menyediakan formulir pendaftaran daring di situs resminya dan juga menerima pertanyaan lewat email. Bila Anda menginginkan konsultasi dalam bahasa Mandarin tradisional, pendampingan penyiapan berkas, dan konfirmasi alur pendaftaran, tersedia layanan konsultasi ISI Japanese Language School yang bekerja sama dengan Nihongo to Japan dengan konsultasi gratis dalam bahasa Mandarin tradisional; layanan tersebut ditangani tim berbahasa Mandarin tradisional dan saat ini belum tersedia dalam bahasa Indonesia.
Cakupan dan batasan
- Bagian ini ditulis mengikuti prosedur untuk pemegang paspor Taiwan dan tidak berlaku untuk semua kewarganegaraan. Jika Anda memegang paspor negara lain, pastikan ketentuan visa dan kantor penerimaannya ke kedutaan besar atau konsulat Jepang di negara Anda.
- Konsultasi dan pengurusan berkas ISI melalui NTJ saat ini ditangani oleh tim yang berbahasa Mandarin tradisional. Untuk saat ini kami belum memiliki staf pendamping berbahasa Indonesia.