Belajar Jangka Pendek di Jepang|Pengalaman dan Persiapan Sekolah Bahasa 1 sampai 3 Bulan
Untuk siapa program jangka pendek ini
Definisi belajar jangka pendek
Umumnya merujuk pada pengalaman belajar bahasa Jepang selama 1 minggu sampai 3 bulan dengan izin tinggal jangka pendek — bagi pemegang paspor Taiwan, masa bebas visa paling lama 90 hari. Ketentuan bebas visa ini terikat pada paspor Taiwan dan tidak berlaku untuk semua kewarganegaraan; pemegang paspor negara lain perlu memastikannya ke kedutaan besar atau konsulat Jepang di negaranya.
Cocok untuk siapa
- Orang yang ingin mencoba dulu lingkungan hidup di Jepang sebelum benar-benar kuliah di sana
- Pekerja yang sudah bekerja dan hanya bisa merencanakannya saat cuti
- Orang yang ingin meningkatkan keterampilan bahasa Jepang tertentu secara intensif (berbicara, bahasa Jepang bisnis, dan sebagainya)
- Wisatawan yang ingin merasakan budaya Jepang sekaligus belajar bahasanya
- Orang yang belum yakin akan kuliah jangka panjang dan ingin menilainya lebih dulu
Kurang cocok untuk siapa
- Yang menargetkan JLPT N2 ke atas (waktunya tidak cukup dalam program pendek)
- Yang ingin melanjutkan kuliah atau bekerja di Jepang (memerlukan visa pelajar jangka panjang)
Merencanakan program jangka pendek
Pilihan program
Program jangka pendek umumnya dihitung per minggu; Anda dapat memilih 2 minggu, 4 minggu, 6 minggu, dan seterusnya. Jam belajarnya 3-4 jam sehari (setengah hari), sehingga sorenya bebas untuk menjelajahi Jepang. Tersedia juga program intensif (sehari penuh) dengan 5-6 jam per hari.
Gambaran biaya
Biaya program jangka pendek mencakup biaya sekolah dan akomodasi, dan sangat berbeda menurut durasi program serta kota tempat sekolahnya berada. Untuk biayanya, tanyakan penawaran terbaru ke masing-masing sekolah.
Cara mendaftar
Pendaftaran program jangka pendek umumnya lebih mudah daripada kuliah jangka panjang; sebagian sekolah menerima pendaftaran langsung secara daring dan tidak memerlukan visa pelajar. Bagi pemegang paspor Taiwan, masuk ke Jepang cukup dengan fasilitas bebas visa; pemegang paspor negara lain perlu memastikan lebih dulu ketentuan visanya ke kedutaan besar atau konsulat Jepang di negaranya.
Tips praktis
- Anggarkan biaya hidup secara terpisah untuk program jangka pendek; selain biaya sekolah dan asrama, pengeluaran harian juga perlu diperhitungkan
- Saat memilih akomodasi, asrama dengan pelajar internasional patut dipertimbangkan karena peluang berkenalan lebih banyak
- Setelah kelas usai, perbanyak menjelajahi kota; belajar bahasa perlu praktik di luar kelas
Pertanyaan umum
Apakah belajar jangka pendek memerlukan visa?
Bagi pemegang paspor Taiwan tidak perlu: paspor Taiwan dapat tinggal di Jepang tanpa visa paling lama 90 hari, yang sudah mencukupi untuk sebagian besar program bahasa jangka pendek. Ketentuan bebas visa bergantung pada paspor Anda dan tidak berlaku untuk semua kewarganegaraan, jadi pemegang paspor negara lain harus memastikannya ke kedutaan besar atau konsulat Jepang di negaranya. Untuk tinggal melebihi 90 hari diperlukan visa pelajar, yang diajukan melalui sekolah bahasa.
Apakah belajar jangka pendek benar-benar bisa memperbaiki bahasa Jepang?
Dalam lingkungan bahasa Jepang yang intensif, 1 bulan pun sudah dapat memberi kemajuan yang terlihat, terutama pada kemampuan menyimak dan berbicara. Namun untuk mempertahankan hasilnya, Anda perlu terus berlatih setelah pulang. Belajar jangka pendek lebih tepat dipandang sebagai kesempatan untuk「menyalakan motivasi belajar」dan「merasakan pembelajaran imersif」, bukan cara mencapai seluruh target belajar sekaligus.
Cakupan dan batasan
- Bagian ini ditulis mengikuti prosedur untuk pemegang paspor Taiwan dan tidak berlaku untuk semua kewarganegaraan. Jika Anda memegang paspor negara lain, pastikan ketentuan visa dan kantor penerimaannya ke kedutaan besar atau konsulat Jepang di negara Anda.
- Konsultasi dan pengurusan berkas ISI melalui NTJ saat ini ditangani oleh tim yang berbahasa Mandarin tradisional. Untuk saat ini kami belum memiliki staf pendamping berbahasa Indonesia.