Persiapan Studi ke Jepang bagi Pelajar Taiwan|Bahasa, Dokumen, Kehidupan, dan Adaptasi Budaya
Keunggulan pelajar Taiwan yang studi ke Jepang
Halaman ini ditulis untuk pemohon dari Taiwan; poin-poin di bawah terkait dengan paspor dan keadaan di Taiwan. Bila Anda memegang paspor negara lain, prosedur visanya berbeda — pastikan ke kedutaan besar atau konsulat Jepang di negara Anda.
Pelajar Taiwan punya beberapa keunggulan saat studi ke Jepang:
Bekal aksara kanji
Orang Taiwan memakai aksara Han bentuk tradisional sejak kecil, sehingga punya keunggulan alami dalam mengenali kanji Jepang. Meski cara baca dan pemakaian kanji Jepang berbeda, kemampuan mengenali bentuk aksaranya sangat membantu ketika membaca teks dan menerka maknanya. Keunggulan ini berlaku bagi pembelajar dengan latar aksara Han seperti pelajar Taiwan, bukan keunggulan yang otomatis dimiliki semua pembelajar.
Kedekatan budaya
Budaya makan dan budaya kesantunan Taiwan dan Jepang punya cukup banyak kesamaan, sehingga ambang penyesuaian pada kehidupan sehari-hari relatif rendah.
Bebas visa 90 hari (paspor Taiwan)
Paspor Taiwan dapat masuk ke Jepang tanpa visa dengan masa tinggal paling lama 90 hari, sehingga sangat memudahkan yang ingin mencoba tinggal dulu sebelum memutuskan. Ketentuan ini terikat pada paspor Taiwan dan tidak berlaku untuk semua kewarganegaraan; pemegang paspor negara lain perlu memastikannya ke kedutaan besar atau konsulat Jepang di negaranya.
Saran persiapan bahasa
Tingkat yang disarankan sebelum berangkat
Meski sekolah bahasa menerima pemula nol, mencapai tingkat JLPT N5 sebelum berangkat membuat kehidupan sehari-hari jauh lebih lancar: mengenal hiragana/katakana, memahami sapaan dasar dan kalimat berbelanja, serta dapat membaca papan petunjuk sederhana.
Sumber belajar mandiri
Materi belajar mandiri bahasa Jepang di situs ini (/materials) menyediakan kursus lengkap dari tingkat pemula sampai N4; tersedia pula materi tata bahasa (/grammar) dan kumpulan soal tantangan JLPT (/challenge) yang dapat dipakai gratis.
Selama di sekolah bahasa
Dengan berada sepenuhnya dalam lingkungan berbahasa Jepang, kecepatan kemajuannya biasanya jauh lebih tinggi daripada belajar di negara asal. Di luar kelas pun berinteraksilah secara aktif dengan orang Jepang atau pelajar asing lain, jangan hanya berbicara dengan teman sesama Taiwan.
Tips praktis
- Selagi masih di negara asal, Anda dapat berlatih JLPT gratis melalui situs ini untuk memantapkan dasar bahasa Jepang sebelum berangkat
- LINE sangat umum dipakai di Jepang; setelah tiba, jangan lupa menyiapkan akun LINE agar mudah berkomunikasi
- Bagi pelajar Taiwan: simpan baik-baik informasi kantor perwakilan Taiwan di Jepang agar dapat dihubungi dengan cepat saat darurat; pemegang paspor negara lain sebaiknya menyimpan kontak kedutaan besar atau konsulat negaranya di Jepang
Pertanyaan umum
Apakah orang Taiwan mudah mencari kerja di Jepang?
Beberapa tahun terakhir Jepang aktif mendatangkan tenaga kerja asing, dan orang Taiwan dengan kemampuan N2 ke atas berpeluang di industri tertentu (TI, pariwisata, jasa). Namun visa kerja punya persyaratan kelayakan tersendiri, jadi sebaiknya periksa langsung ketentuan kerja di Jepang yang terbaru, atau tanyakan kepada guru pembimbing karier di sekolah bahasa Anda.
Bisakah bekerja paruh waktu sambil bersekolah bahasa di Jepang?
Visa pelajar memperbolehkan siswa bekerja maksimal 28 jam per minggu setelah mengajukan 資格外活動許可 (izin kegiatan di luar status), dan hingga 40 jam pada masa libur sekolah. Kerja paruh waktu membantu menutup biaya hidup sekaligus menjadi kesempatan baik untuk melatih bahasa Jepang. Ingat untuk mematuhi batas jam kerjanya, karena bekerja melebihi batas dapat memengaruhi status izin tinggal Anda.
Cakupan dan batasan
- Bagian ini ditulis mengikuti prosedur untuk pemegang paspor Taiwan dan tidak berlaku untuk semua kewarganegaraan. Jika Anda memegang paspor negara lain, pastikan ketentuan visa dan kantor penerimaannya ke kedutaan besar atau konsulat Jepang di negara Anda.
- Konsultasi dan pengurusan berkas ISI melalui NTJ saat ini ditangani oleh tim yang berbahasa Mandarin tradisional. Untuk saat ini kami belum memiliki staf pendamping berbahasa Indonesia.